NGANGSU KAWRUH DARI EYANG SUHUD MENGENAI KAWRUH URIP LAN PANGURIPAN

KARANGANYAR (28/12), Bendungan, Kaliboto.  Salah satu  agenda yang dicanangkan oleh Bidang Perempuan PKS (BIDPUAN) Karanganyar adalah jau...


KARANGANYAR (28/12), Bendungan, Kaliboto.  Salah satu  agenda yang dicanangkan oleh Bidang Perempuan PKS (BIDPUAN) Karanganyar adalah jaulah kepada tokoh-tokoh masyarakat. Pada kesempatan kali ini yang ketiban sampur untuk dapat diambil ilmu tentang hidup dan kehidupan adalah Eyang Suhud, beliau adalah Bopo dari Bpk Yuliatmono selaku Bupati Karanganyar.


Sosok dari Yuliatmono yang sangat menarik bagi masyarakat, sebagai pribadi tunggal juga sebagai Bupati saat ini, tak luput pastinya dari peran seorang ibu dan bapak yaitu Bapak Suhud beserta Ibu yang saat ini lebih suka dipanggil Mbak Kung dan Mbah Putri. Profile Mbah Kung sebagai anak dari orang “ngenger” dimana segala sesuatu yang diperlukan untuk bertahan hidup sebagai orang ngenger benar-benar terpatri dalam diri mbah Kung termasuk ketika mendidik anak-anaknya, yang salah satu putra beliau sudah kita kenal bersama yaitu Bapak Bupati Karanganyar.


Kepribadian Yuliatmono sebagai orang yang penuh kreatifitas dan keuletan sudah terlihat sejak kecil. Contoh kecil yang diberikan oleh mbah Kung adalah ketika putra-putri mbah Kung diminta untuk ke sungai mengambil batu dan pasir, Yuliatmono kecil memilih untuk hanya mengambil bebatuan yang bulat bentuknya saja. Bukan karena Yuliatmono kecil malas, namun bebatuan bulat tersebut dibentuk taman yang penuh dengan ide dan kreatifitasnya. Ketika saudara-saudaranya mengumpulkan beraneka ragam pohon untuk kayu bakar, Yuliatmono remaja memilih untuk mengambil tanaman-tanaman dipinggir kali yang bisa dibikin bonsai untuk halaman rumahnya.


Mbah Kung dan mbah Putri tidak pernah membeda-bedakan dalam mendidik ke 10 anaknya. Semua dididik dengan penuh kasih sayang, menyempilkan tanggungjawab dan kesederhanaan dalam tiap langkahnya. Fungsinya adalah tentunya supaya anak-anaknya tidak jumawa ketika suatu hari menjadi orang besar.  Sebagai orang yang taat beragama Eyang putri adalah sosok yang tirakatnya luar biasa. Eyang putri yang sudah menikah di usia 15 tahun ini  rajin melaksanakan puasa Senin - Kamis. Sedangkan Eyang Kakung selalu menekankan pentingnya ‘ketauladanan’ dalam mendidik anak serta memimpin keluarga. Sebagaimana beliau sampaikan,


Dalam kesempatan ini mbah Kung menceritakan ”Bapak saya itu buta huruf, bukan orang berpendidikan, tetapi punya pemikiran yang bagus. Semua ilmu pertanian dan peternakan diajarkan, sampai mbongkok damen. Ngajari benar-benar dengan contoh”. Sampai beliau diperbolehkan sekolah asalkan setelah pulang sekolah membantu orang tua. Semua ini dilakukan oleh orang tuanya supaya mbah Kakung tidak menjadi orang yang “kogong” (yang bertani tidak bisa atau bekerja juga tidak bisa).


Prinsip ketauladanan tersebut beliau terapkan dalam mendidik anak dan kehidupan. Anak-anak tidak perlu diperintah atau dilarang tetapi dididik dengan memberikan contoh. Selain itu, beliau juga mengajarkan anak-anak untuk selalu bekerja-keras untuk menjadi orang yang hebat. Hal ini bukan hanya karena kondisi waktu itu yang serba kekurangan tetapi juga sebuah ajaran bahwa orang yang hebat tercipta dari kondisi sulit. Ketika putra-putrinya mengalami kegagalan beliau adalah orang pertama yang membangun motivasi mereka.


Prinsip selanjutnya adalah bahwa menjadi orang tua adalah tanggung jawab yang diberikan oleh Allah. Anak yang soleh  adalah bekal untuk akhirat, maka beliau benar-benar menekankan pentingnya nilai-nilai agama dalam kehidupan. Beliau menyampaikan bahwa sabar dan syukur adalah kunci kehidupan. Selain itu jangan pernah lupa untuk selalu berdo’a, sebagaimana yang dianjurkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Furqan:74

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Serta do’a berikut:
بِسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
Artinya: Dengan Nama Allah, ya Allah jauhkan setan dari kami dan jauhkan setan dari (anak) yang Engkau berikan kepadakami, maka sesungguhnya jika ditakdirkan diantara keduanya didalam persetubuhan itu akan mendapat anak, niscaya setan tidak akan membahayakan anak itu selamanya (HR. Bukhari)


Jiwa kepemimpinan Yuliatmono selain sudah terlihat sejak remaja, juga merupakan “Pamong” dari eyang buyut dan pakdenya. Kepemimpinan Yuliatmono dimulai dari sering terpilihnya menjadi ketua kelas dari kecil. Dan juga kemampuannya mengajar rekan-rekannya ketika belajar kelompok.

Namun Yuliatmono sempat bimbang antara menjadi Pegawai Negeri atau terjun kedunia politik. Ternyata keputusan Yuli saat itu lebih memilih untuk menjadi PNS dan meninggalkan dunia perpolitikan, sedangkan mbah Kung memilih dunia perpolitikan dengan membantu Amien Rais berjuang melalui PAN kata itu. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, keinginan Yuli dewasa untuk terjun ke dunia politik bersemi kembali melalui partai Golkar. Satu hal yang menarik dari keluarga mbah Kung adalah ketika Yuli memutuskan untuk terjun kedunia politik. Tidak ada pemaksaan dari mbah Kung selaku orang tua kepada Yuli untuk mengikuti jejaknya di PAN. Pesan mbah Kung kepada masyarakat pada umumnya adalah Tegur Yuli apabila melakukan kesalahan, ‘ojo mbok jorokne” jangan jadi pengecut yang memusuhi seorang pemimpin dari dalam.


Sosok mbah Kung yang masih segar dan bersemangat juga membagikan resep sehat, “resep sehat ki mung loro, Seneng karo ndableng”. Diusia 76 tahun beliau yang masih senang melakukan aktivitas “ngarit” memelihara lele serta menciptakan tembang jawa dari hadist ini memberikan nasihat supaya kita selalu bahagia. Seneng atau Bahagia itu kita sendiri yang harusnya menciptakan. Bagaimanapun kondisi yang menimpa kita bisa selalu memilih untuk selalu bahagia. Hal ini karena keyakinan bahwa Allah yang selalu menjaga diri kita.


Sedangkan “ndableg”, dimaknai sebagai kemampuan untuk selalu sabar dan syukur. Sabar ketika ada ujian dan syukur ketika ada diberi nikmat. Sabar ketika dipuji dan syukur ketika dicaci, karena cacian akan mengurangi dosa kita. Sabar untuk tidak mencampuri urusan orang lain, syukur dengan sesuatu yang tidak kita dapatkan. Ndableng ini juga meminta kita untuk tuli dari omongan-omongan orang yang melemahkan diri.


Kumandang adzan maghrib mengakhiri kunjungan Bidpuan yang di wakili oleh Bu Jati selaku Kabid Bidpuan ditemani oleh Bu Hadiasri selaku ibu wakil bupati dalam ngangsu kawruh ini, dengan harapan mampu menerapkan ilmu yang diberikan oleh mbah Kung dan mbah Putri. (Catur & WD)
Foto : Wahyu Damar



COMMENTS

Name

Artikel,8,Berita,71,Fraksi,10,Kegiatan,44,Parlemen,14,Pilkada,7,
ltr
item
PKS Karanganyar: NGANGSU KAWRUH DARI EYANG SUHUD MENGENAI KAWRUH URIP LAN PANGURIPAN
NGANGSU KAWRUH DARI EYANG SUHUD MENGENAI KAWRUH URIP LAN PANGURIPAN
http://3.bp.blogspot.com/-Lm9kG4HJvk0/VoNUfqG9HlI/AAAAAAAAAMo/TDWFtkp7vHQ/s640/IMG-20151230-WA0007.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-Lm9kG4HJvk0/VoNUfqG9HlI/AAAAAAAAAMo/TDWFtkp7vHQ/s72-c/IMG-20151230-WA0007.jpg
PKS Karanganyar
http://karanganyar.pks.id/2015/12/ngangsu-kawruh-dari-eyang-suhud.html
http://karanganyar.pks.id/
http://karanganyar.pks.id/
http://karanganyar.pks.id/2015/12/ngangsu-kawruh-dari-eyang-suhud.html
true
2810973364489944916
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy